Net Type R10-215TrM3-80
Type R10-215TrM3-80 Type Monofilamen Warna transparan pada net ini mempunyai spesifikasi…
Type R10-215TrM3-80 Type Monofilamen Warna transparan pada net ini mempunyai spesifikasi…
Type R12-C225HM3-30 Type Monofilamen Warna hitam pada net ini mempunyai spesifikasi…
Type R10-215TrM3-82 Type Monofilamen Warna transparan pada net ini mempunyai spesifikasi…
Anggrek adalah kelompok tanaman berbunga dengan kelopak yang indah dan berwarna-warni, dan memiliki ragam spesies yang sangat banyak. Tergolong sebagai tanaman epifit, bunga anggrek merupakan jenis tumbuhan yang kecepatan pertumbuhannya sangat bergantung dari faktor lingkungan dimana anggrek tersebut ditanam. Di kalangan hobi maupun pengusaha, sering ditemukan tanaman bunga anggrek layu dan mati akibat terkena terik matahari secara langsung. Hal ini tentu membuat frustasi, karena bunga anggrek memiliki harga jual yang cenderung tinggi dibandingkan dengan bunga-bunga lainnya. Bunga anggrek memiliki nilai ekonomi yang tinggi, dikarenakan keindahan dan keragamannya. Selain itu, kelangkaan dan proses pemeliharaan bunga anggrek yang tergolong sulit juga membuat harga bunga ini semakin tinggi. Salah satu penyebab sulitnya tanaman bunga anggrek dipelihara adalah karena bunga anggrek tidak dapat bertahan di suhu yang terlalu tinggi.
Sementara itu, negara Indonesia merupakan negara dengan iklim tropis memiliki suhu udara yang tinggi karena matahari bersinar di Indonesia berkisar 12 jam sehari, hal inilah yang menyebabkan bunga anggrek sedikit sulit untuk dipelihara di Indonesia.
Salah satu metode terbaik yang dipilih oleh para pekebun anggrek untuk memelihara dan menumbuhkan bunga anggrek adalah dengan membuat shadinghouse Net AgroPro. Net AgroPro adalah net pelindung tanaman dari sinar matahari berlebih dan dari gangguan hama yang terbukti sukses meningkatkan produktivitas berbagai varietas tanaman. Net AgroPro diproduksi dengan cara dirajut, sehingga monofilament saling berkaitan dengan kuat dan ukuran lubang mesh tidak dapat berubah sekalipun net mengalami gesekan. Hal inilah yang membuat Net AgroPro senantiasa anti hama selama masapakainya. Terbuat dari bahan Prime Grade Polyethylene (PE) yang merupakan plastik Polyethylene baru yang belum didaur ulang, Net AgroPro memiliki kekuatan dan daya tahan yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan net merk lain yang memakai Polyethylene hasil daur ulang. Net AgroPro mengandung campuran Anti-UV, Anti Oksidan dan Anti Serangga di dalam monofilamen (tidak dicelup) sehingga efektif selama masa pakainya. Net AgroPro telah membantu menyukseskan ratusan pekebun anggrek di Indonesia dan terbukti cocok sebagai naungan untuk memelihara anggrek.
Penggunaan shadinghouse Net AgroPro sebagai naungan atau jaring peneduh dapat mengontrol jumlah intensitas cahaya matahari yang dibutuhkan oleh tanaman bunga anggrek. Hal ini sesuai dengan kebutuhan tanaman bunga anggrek akan intensitas cahaya matahari yang berkisar antara 20% hingga 60% sesuai dengan masing-masing jenis tanaman anggrek yang berbeda-beda.Net AgroPro yang biasa digunakan untuk tanaman bunga anggrek adalah monofilamen tipe 25% sampai dengan 60% yang artinya cahaya yang masuk 25% hingga 60%. Selain itu, Net AgroPro juga melindungi tanaman anggrek dari angin kencang dan curah hujan deras. Mari gunakan Net AgroPro untuk keberhasilan usaha perkebunan anggrek Anda
AgroPro adalah net pertanian dan perkebunan yang kuat dan tahan lama untuk melindungi tanaman Anda dari sinar ultraviolet berlebih, cuaca ekstrem, dan hama. Cocok bagi Anda yang ingin membangun Green house ataupun meningkatkan kuantitas maupun kualitas hasil pertanian dan perkebunan Mengapa Menggunakan Net AgroPro?
Setiap jenis tanaman memerlukan Intensitas cahaya (IC) yang berbeda. Tembakau memerlukan IC 60%-70%, pembibitan kelapa sawit, teh, karet, dan kopi memerlukan IC 25%-50%, sedangkan tanaman hias seperti anggrek, aglonema dan anthurium memerlukan IC 25%-35%. Tipe dan warna Net AgroPro sengaja dibuat bervariasi untuk mencapai IC yang Anda perlukan. Net AgroPro tersedia mulai dari IC 15 hingga 82%.

Sinar Ultraviolet (UV) yang cukup akan membantu pertumbuhan tanaman Anda. Namun sinar UV yang berlebih justru berbahaya. Net AgroPro melindungi tanaman dari unsur sinar UV yang membahayakan.
Banyak jenis hama yang merupakan musuh tanaman, diantaranya yaitu trip, lalat buah, kupu-kupu, belalang, burung bahkan kelelawar. Sebagian lagi menyerang sesaat sebelum panen tiba. Net AgroPro melindungi tanaman dari kerusakan yang disebabkan oleh binatang-binatang ini, sehingga hasil panen pun lebih optimal. Apapun jenis tanaman Anda, Anda akan merasa aman dengan Net AgroPro.

Hujan deras dan angin kencang bisa merusak tanaman, terutama tanaman yang masih berupa bibit. Untuk melindungi tanaman Anda dari terjangan angin kencang, naungi dan sekatlah tanaman dengan Net AgroPro. Dengan demikian, hasil panen dan kondisi tanaman Anda akan lebih baik.

Apakah Keunggulan Net AgroPro?
Bahan dasar benang Net AgroPro dicampur dengan bahan anti UV pada saat pembuatan benang. Beberapa tipe Net AgroPro bahkan dipadukan dengan anti oksidan. Dengan demikian, Net AgroPro mengandung materi pelindung yang tidak akan luntur meski terkena sinar matahari yang terik dan curah hujan yang tinggi. Bukan hanya melindungi tanaman, Anti UV dan Anti Oksidan juga memperpanjang umur Net AgroPro.
Net AgroPro terbuat dari benang monofilamen dan benang pipih (flat). Dengan serat tunggal, Net AgroPro lebih kuat dan tahan lama. Bahan berserat tunggal juga tidak menyerap air sehingga tidak menjadi berat saat terkena hujan.
Net AgroPro merupakan hasil rajutan dimana setiap pertemuan benangnya diikat. Dibanding dengan jaring hasil tenunan, bentuk dan struktur Net AgroPro tidak berubah saat dipakai. Dengan demikian, Net AgroPro memberikan tanaman Anda IC yang stabil dan perlindungan dari hama yang konsisten.

Net AgroPro telah didesain supaya mudah dijahit ke berbagai macam ukuran dan bentuk. Untuk kenyamanan Anda, pinggiran khusus dapat ditambahkan (sesuai permintaan) untuk memudahkan pemakaian.
Net AgroPro dapat digulung dan dilipat. Dengan demikian, perawatan dan pemeliharaan Net AgroPro pun menjadi lebih mudah.
Melindungi gangguan OPT dan paparan UV, membuat Shading Net AgroPro banyak dipilih petani.
Menjadi salah satu komoditas unggulan utama pertanian Indonesia, kelapa sawit marak dipilih banyak orang untuk menggantungkan nasib. Mulai dari petani skala kecil hingga miliuner menjatuhkan hatinya berinvestasi dalam industri kelapa sawit. Hal tersebut tidaklah mengherankan. Sebab komoditas yang banyak dibudidayakan di Sumatera, Sulawesi, dan Kalimantan ini bisa menghasilkan berbagai jenis produk industri seperti bahan bakar biodiesel, pupuk kompos, makanan ternak, kosmetik, hingga farmasi.
Guna mendapatkan panen melimpah dan berkualitas, dimulai dari pemilihan bibit sawit unggul. Pembibitan sawit adalah kegiatan menumbuhkan dan merawat kecambah hingga menjadi bibit yang siap ditanam ke lapang. Pembibitan ini bertujuan menghasilkan bibit berkualitas tinggi yang harus tersedia saat penyiapan lahan tanam dan sesuai dengan standar dan prosedur kebun.
Tahapan pembibitan sawit terbagi menjadi dua bagian, yaitu tahap pembibitan awal (Pre Nursery) dan tahap pembibitan utama (Main Nursery). Pada kedua tahapan ini bibit sawit membutuhkan perawatan ekstra supaya terhindar dari organisme pengganggu tumbuhan (OPT) yang bisa mengganggu pertumbuhan tanaman.
Selain itu, bibit juga harus terlindung dari sinar ultra violet (UV) berlebih. Karena pada masa awal pembibitan, sawit hanya memerlukan intensitas cahaya matahari sekitar25%-50% untuk merangsang proses pertumbuhan.
Untuk mengurangi intensitas sinar UV, petani menggunakan atap rumbia pohon pinang sebagai peneduh. Seiring perkembangan teknologi, petani pun beralih menggunakan shading net (jaring peneduh) sebagai naungan pembibitan sawit. Salah satu shading net yang mereka gunakan bermerek AgroPro.
Net AgroPro adalah jaring pelindung tanaman dari sinar matahari berlebih dan gangguan OPT, yang terbukti sukses meningkatkan produktivitas berbagai varietas tanaman. Net AgroPro tersedia dalam ukuran 6-78 mesh/inci, intensitas cahaya 10%-93%, intensitas UV 10%-85%, dan intensitas angin 6%-75%. Jaring yang tersedia dalam tipe flat shading net, monoscreen net, dan monoshading net ini terbuat dari bahan Prime Grade Polyethylene (PE) baru dan belum didaur ulang. Karena itu, Net AgroPro memiliki kekuatan serta fleksibilitas lebih tinggi daripada Polyethylene hasil daur ulang sehingga dapat bertahan hingga lebih dari 10 tahun.
Net AgroPro mengandung campuran anti-UV, anti oksidan, dan anti serangga di dalam benangnya (tidak dicelup) sehingga efektif selama masa pakai. Ketika net lain menggunakan sistem tenun, AgroPro menggunakan sistem rajut bermesin teknologi Jerman yang tiap untai benang monofilamen/flat terikat satu sama lain. Manfaatnya, ukuran lubang/mesh tidak akan berubah sekalipun net mengalami gesekan. Dengan demikian, AgroPro senantiasa anti hama dan anti serangga.
Produk Screen Net AgroPro kualitasnya tidak kalah dengan barang Impor. Sebagai salah satu customer yang dari awal berdirinya AgroPro merasa beruntung bisa memakai produk Gani Arta.
Produk AgroPro merupakan solusi bagi permasalahan para petani di Indonesia. Karena produk AgroPro yang langsung diaplikasikan kepada para petani tanpa disadari hasil produk pertanian bisa terus meningkat.
Silakan kirim pesan via WhatsApp atau email adm.agropro@gmail.com
Telepon 022-6864015 Jam Kerja sampai